Thursday, April 21, 2011

Surat untuk Jiwa...


Surat ini kutujukan untuk diriku sendiri serta sahabat-sahabat tercintaku yang insyaAllah tetap mencintai Allah dan RasulNya di atas segalanya, kerana hanya cinta itu yang dapat mengalahkan segalanya, cinta hakiki yang membuat manusia melihat segalanya dari sudut pandangan yang berbeza, lebih bermakna dan indah.

Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati sahabat-sahabat tercintaku yang kerap kali terisi oleh cinta selain dariNya, yang mudah sekali terlena oleh indahnya dunia, yang terkadang melakukan segalanya bukan keranaNya, lalu di ruang hatinya yang kelam merasa senang jika dilihat dan dipuji orang, entah dimana keikhlasannya. Maka saat merasakan kekecewaan dan kelelahan kerana perkara yang dilakukan tidak sepenuhnya berlandaskan keikhlasan, padahal Allah tidak pernah menanyakan hasil. Dia hanya akan melihat kesungguhan dalam beramal.

Surat ini kutujukan pula untuk jiwaku serta jiwa sahabat-sahabat tercintaku yang mulai lelah menapak di jalanNya ketika seringkali mengeluh, terasa dibebani bahkan terpaksa untuk menjalankan tugas yang sangat mulia. Padahal tiada kesakitan, kelelahan serta kepayahan yang dirasakan oleh seorang hamba melainkan Allah akan mengampuni dosa-dosanya.


Surat ini kutujukan untuk ruh-ku dan ruh sahabat-sahabat tercintaku yang mulai terkikis oleh dunia yang menipu, serta membiarkan fitrahnya tertutup oleh maksiat yang dinikmati, lalu di manakah kejujuran diletakkan? Dan kini terabailah sudah nurani yang bersih, saat ibadah hanyalah sebagai rutin belaka, saat jasmani dan fikiran disibukkan oleh dunia, saat wajah menampakkan kebahagiaan yang penuh kepalsuan.Cuba kau lihat di sana! Hatimu menangis dan manakah?

Surat ini kutujukan untuk diriku dan diri sahabat-sahabat tercintaku yang sombong, yang terkadang bangga pada dirinya sendiri. Sungguh tiada satupun yang membuat kita lebih di hadapanNya selain ketakwaan. Padahal kita menyedari bahawa tiap-tiap jiwa akan merasakan mati, namun kita masih bergaul terus dengan kefanaan.

Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati sahabat-sahabat tercintaku yang mulai mati, saat tiada getar ketika asma Allah disebut, saat tiada sesal ketika kebaikan berlalu begitu sahaja, saat tiada rasa takut padaNya ketika maksiat dilakukan, dan tiada merasa berdosa ketika menzalimi diri sendiri dan orang lain.

Akhirnya surat ini kutujukan untuk jiwa yag masih memiliki cahaya meskipun sedikit, jangan biarkan cahaya itu padam. Maka terus kumpulkan cahaya itu hingga ia dapat menerangi wajah-wajah di sekeliling, memberikan keindahan Islam yang sesungguhnya hanya dengan kekuatan dariNya "Ya Allah yang maha membolak-balikkan hati, tetapkan hati ini pada agamaMU, pada taat kepadaMu dan dakwah di jalanMu… "

Wallahua’lam

Sunday, April 3, 2011

.: Fitnah Wanita :.


....telah disebutkan dalam al-Adab al-Kabir oleh Ibnu Al-Muqaffi’:

“Ketahuilah bahwa sesuatu yang paling efektif merusak agama, mencelakakan jasad, meludeskan harta, mendatangkan aib, menghancurkan kehormatan dan paling drastis menjatuhkan kewibawaan adalah nafsu terhadap wanita.”

Sesungguhnya fitnah yang paling besar dan paling berat adalah wanita, sebagaimana sabda Nabi SAW, “Tidak aku tinggalkan setelahku ditengah manusia fitnah yang lebih berat bagi kaum lelaki dari fitnah wanita.”

Imam Thawus ketika menafsirkan ayat Allah :

“… dan manusia dijadikan bersifat lemah.” (QS An-Nisaa’ 28)

Beliau berkata, “Jika dia melihat wanita maka dia tidak bisa bersabar.”

Betapa banyak laki-laki yang sehat pikirannya, lalu dia melihat seorang wanita dari kejauhan yang terbungkus oleh bajunya lalu membekaslah dihatinya akan kecantikan dan keindahan tubuhnya. Hingga nafsunya terkait dengannya meski tanpa melihat dan tanpa mendengar berita tentangnya. Kemudian seakan dia tertikam karennya, tersiksa karenanya, namun dia tidak menyadarinya, sedangkan bayangan tersebut tidak sirna dari fikirannya. Maka dia senantiasa terbelenggu nafsu yang tidak terasa nikmat,hingga seandainya tidak tersisa di dunia kecuali seorang wanita saja, maka dia pasti mengira bahwa dia memiliki sesuatu yang belum pernah dia rasakan.

Ada kisah yang menjadi bukti akan beratnya fitnah wanita hingga menjerumuskan pecintanya ke jurang kekafiran.

Diceritakan oleh Ibnu al-Jauzi, di mana beliau berkata : “Telah sampai kepadaku tentang seorang laki-laki di Baghdad yang dipanggil dengan nama Shalih al-Muadzin. Dia menjadi muadzin selama 40 tahun. Dia dikenal sebagai seorang yang shalih. Suatu hari dia menaiki menara masjid untuk mengumandangkan adzan. Tiba-tiba dia melihat anak wanita seorang Nasrani yang rumahnya berdekatan dengan masjid, maka laki-laki itu tergoda olehnya. Diapun mendatangi dan mengetuk pintu. Si Wanita bertanya, “Siapa Anda?”. Dia menjawab, “Saya Shalih Al-Muadzin”. Pintupun terbuka untuknya dan begitu masuk dia langsung mendekatkan wanita itu ke tubuhnya,lalu si wanita itu berkata, “Kamu menanggung amanat, perbuatan khianat macam apa ini?” Laki-laki itu berkata, “Jika engkau setuju dengan kemauanku maka selamat,jika tidak maka aku akan membunuhmu.” Si wanita itu berkata, “Saya tidak akan menurutimu kecuali jika engkau meninggalkan agamamu.” Laki-laki itu berkata, “Saya berlepas diri dari Islam dan apa yang dibawa oleh Muhammad.”

Laki-laki itu mendekati si wanita,lalu si wanita berkata, “Kamu mengatakan itu semata-mata supaya tercapai tujuanmu, lalu kamu akan kembali kepada agamamu, (kalau benar-benar serius) maka makanlah daging babi!” Laki-laki itupun makan daging babi. Si wanita berkata,”Minumlah khamr!” Laki-laki itupun minum khamr. Ketika khamr telah berada di perutnya, dia mendekati si wanita, tetapi wanita itu masuk dan menutup pintu rumahnya sembari berkata, “Naiklah ke atas loteng sampai datang ayahku untuk menikahkanmu denganku.” Laki-laki itupun naik loteng, lalu terjatuh dan mati. Wanita itu keluar dan menutupkan kain kemayatnya, lalu ayahnya datang. Maka wanita itu menceritakan kejadian tersebut kepada ayahnya. Sang ayah mengeluarkan mayat tersebut di waktu malam dan membuangnya di perkebunan, akan tetapi tampak jasadnya. Lalu dia dilemparkan di tempat pembuangan sampah.”

Sesungguhnya ketika seseorang tergoda oleh wanita lalu terjerumus ke dalamnya, maka akan menyebabkan berbagai dampak negatif dan mafsadat bagi dunia dan akhiratnya. Ibnu al-Jauzi mengisyaratkan berbagai dampak buruk tersebut dan berkata, ‘Ketahuilah bahwa dampak negatifnya berbagai macam, ada yang sifatnya segera dan ada pula yang tertunda, terkadang kasat mata dan teradang tersembunyi pula. Dampak paling berat dan berbahaya yang tidak dirasakan oleh penderita adalah berbliknya iman dan ma’rifah. Selain itu kematian hati dan lenyapnya kelezatan munajat, bertambah kuatnya dorongan menuju dosa dan melalaikan al-Quran, meremehkan istighfar dan dampak lain yang membahayakan agamanya. Terkadang dampak tersebut merayap dengan pelan membawa kegelapan hingga menutup seluruh cakrawala hati, maka bashirahnya menjadi buta. Dampak buruk yang paling ringan adalah berupa penyakit fisik yang menimpanya di dunia dan terkadang, akibat buruk memandang, akan dirasakan oleh mata. Maka barangsiapa yang menyadari telah terjerumus ke dalam dosa yang menimbulkan efek buruk, maka hendaklah bersegera menghindar dari dampak negatifnya dengan cara taubat yang tulus, mudah-mudahan dia akan terhindar.”

Syaikhul islam Ibnu Taimiyah juga menuturkan perihal akibat menuruti syahwat yang diharamkan, “Barangsiapa yang hatinya menghamba kepada kecantikan rupa yang diharamkan baik wanita maupun anak muda, maka ini betul-betul merupakan adzab yang tak dapat dianggap remeh. Mereka adalah orang yang paling berat siksanya dan paling sedikit pahalanya. Karena orang yang tergila-gila kepada rupa disaat hati terkait erat dengannya, sementara yang dituju jauh darinya, maka akan terkumpul berbagai macam keburukan dan kerusakan yang tak satupun mampu mengukurnya selain Rabbul ibad. Di antara bencana yang timbul (karena syahwat terhadap wanita yang diharamkan) adalah berpalingnya hati dari Allah. Karena hati manakala telah mengenyam manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas untuk-Nya, niscaya dia tidak merasakan sesuatu yang lebih nikmat dari hal itu, tidak ada lagi yang lebih lezat dan lebih baik.”

Demikian besar potensi wanita asusila untuk menjerumuskan manusia ke dalam zina. Maka iblis dan antek-anteknya laknatullah ‘alaihim menjadikan wanita asusila sebagai umpan untuk menjerat mangsanya menuju jurang zina...

naudzubillah man dzolik... Moga kita sentiasa bawah lindunganNya....

~hamba kerdil~

Tuesday, March 1, 2011

.: Muhasabah Diri:.



"Ya Allah ku pohon padaMu.... hanya Kau yang berkuasa atas tiap sesuatu dan hanya padaMu ku beserah dan kepdaMu ku menyembah... dan hanya padaMu ku panjatkan rasa syukur atas nikmat yang Kau limpahkan selama ini"

Aku amat lemah sekali ya Allah.... Kau pimpinlah diri ku ke jalanMu... ku tiada siapa di sini.... dunia ini amat usang bagi ku... apa yang kupinta, apa yang ku inginkan tekadang tak patut buat diriku..... dunia penuh onak, ranjau dan duri.... yang membuatkan jasad dan rohani kita berasa sakit dengan tusukan duri tersebut.... itu baru tusukan duri, belum lagi tusukan pedang.... seperti tusukan pedang ke jasad para-para sahabat yang bersemangat menegakkan addin Nya.. Di mana, pada era ini .... agama islam semakin asing... sekan banyaknya duri, namun duri yang ada itulah banyak mengajar seribu satu cara untuk tarbiyah diri ke jalanNya.
.:.
Ana lama dah tak update blog.... baru kali ni, Alhamdulillah.... dengan izinNya ana bisa lagi mengukir seribu kata.... yang ana nak share ngan sahabat-sahabat kat sane....
hmm... seperti mana tema yang ana ungkapkan tadi.... "Muhasabah diri" kata ini harus tersemat dalam diri kita... kerna apa? kita an- nasi.. asal kata arabnya Nisa'i... maksudnya lupa.... sifat lupa ini ada dalam setiap diri manusia... namun ia bukan satu buah titik tolak kita untuk menyatakan 'tidak' atau 'ya' atas sesuatu yang kita lalukan dalam seharian hidup kita...

hidup kiter nie sebenarnyer tujuan nyer ada dua jer.... iaitu sebagai seorang hamba dan seorang khalifah di muka bumi Allah nie... tak de lain dah selain tu... titik tolak nye pada hal tu je... tekadang terfikir gak, apa tujuan hidup aku nie?? apa tujuan aku ke kuliah nie?? apa tujuan aku makan nie?? apa tujuan aku belajar nie?? semua persoalan tu bebalik pada diri kita sendiri.... bebalik pada soal kiter hidup di dunia, hanya kerana kita sebagai hamba dan sebagai khalifah di bumi Allah nie... skop nie amat besar sekali... kerana apa skop nie di katakan besar sekali kerana kata 'hamba' dan 'khalifah' ini terkait dengan ikatan kita dengan pencipta kita... seperti mana firman Allah:

"dan ingatlah ketika tuhanMu berfirman kepada para malaikat, aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi."....."

(Q.S:Al-baqarah :30)

sohih... khalifah yang di maksudkan tersebut ialah 'manusia'... bukan malaikat, jin, dan bukan makhluk Allah yang lain... lihatlah... lihatlah dengan penglihatan yang Allah kurniakan pada kita nie... betapa besarnya kekuasaanNya.... Dia pilih kita...
sedar tak sedar kita adalah khalifah di bumi ini... ini lah tujuan sebenar kita... Semoga Allah sentiasa memimpin kita di jalanNya.....

InsyaAllah.... ingatan buat diri dan sahabat-sahabat....

~Hamba kerdil~


Saturday, February 26, 2011

Pilihanku.....

Bismillahirrohmannirrohim.....

Ku tatap kalamMu.... tiada lain ku tatap selain namaMu.....
Ya Allah... padaMu ku serah kan jiwa ini... Kaulah berkuasa atas jiwa ini... tika jiwa ku gersang... Kau lebih mengetahui itu ya Allah... mungkin diri ini sering melupakan Mu ya Allah... ya Allah ampunilah semua salahku.... hanya pada Mu tempat ku meminta.... ku tak mengetahui rahsiaMu ya Allah.... bila kah saatnya, detiknya, jamnya, tikanya menyahut seruan maut dari Mu... ku tak mengetahui rahsiaMu itu....
bertapa luasnya nikmat yang telah Kau kurniakan padaku... namunn betapa sikit ku mensyukuri nikmat mu.... nikmat iman, nikmat islam dan banyak lagi nikmat yang kau kurniakan.... tak terhitung betapa luas nikmat yang Kau limpahkan... itu tanda kasihMu....
kelihatan saat ini, dengan izinMu ku nukilkan kata.... hmmm.... jalan ini adalah pilihanku ku... kini, ku menuntut ilmu di perantauaun, ku tak menyangka ku berada di sini... hari ini di bumi Mu.... (indonesia) hati ku kuat mengatakan, inilah langkahku... langkah yang akan menuntun ku ke jalanMu.... InsyaAllah... pimpinlah aku ya Allah... pernah terlintas di benak ini.... ku tak layak berada di jalan ini, ku tak layak... itu yang sering terlintas di benak nie... namun itu lah rahmatMu... ku perlu kuat kan tekad... apapun keadaan, inilah jalan yang Kau janjikan itu... di sini ku tak bersendirian, ku ditemani sahabat... sahabat yang seiring jalanku.. kak Nur, Kak Long, Ara, T'ah,Anim, Sarah.......sahabat yang akan mengukir janjiMu..... pimpinlah kami ya Allah... langkah ini, tak kan terhenti, selagi denyutan nadi tak terhenti...

~hamba kerdil~90...

Friday, February 18, 2011

Syahadatul Haq




Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Al-‘Alaq (96) : 1-5

Dalam wahyu yang pertama ni, Allah mengenalkan Tuhan Yang Maha Berkuasa dan Maha Bijaksana (Allah SWT) kpd Rasulullah SAW. Pada saat itu, Rasulullah sgt ketakutan dan baginda terus pulang ke rumah dan menyelimutkan diri. Semasa masih ketakutan, Allah turunkan pula wahyu-Nya yg kedua:

Wahai orang yang berselimut. Bangunlah dan berilah peringatan. Dan agungkanlah Tuhanmu, dan bersihkanlah pakaianmu, dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji, dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah. ”

Al-Muddassir (74) : 1-7

Kalau kita renung sejenak, first wahyu adalah utk beriman dgn Tuhan Yang Maha Esa, lepas tu Allah menyuruh Rasulullah bangun untuk memberi peringatan kepada manusia, bukannya suruh solat lima waktu sehari semalam or berpuasa di bulan Ramadhan. Kenapa ek?

Okay, mari kita wat analogi sket. tetiba kita jumpa satu site yg jual tiket flight blk msia utk bulan julai dgn harga 300.000 rp naik air asia, ape kita buat? surela kita bgtau kt sumea org, kn? Nnt xdela diorg beli tiket mahal sampai berjuta-juta rp kan.. kalau diorg x percaya, kita usaha gak tunjuk kt diorg tmpt yg jual tiket tu, nk buktikan yg kita ckp tu betul. Rasanya benda tu mmg ‘tindakan reflects’ bg semua org, kan? Kalau ada yg simpan sorg2, biarkn org lain beli tiket mahal, mmg selfish betullah org tu, x leh nk kata apa dah..

Macam tu jugakla dgn Islam. bg kita yg dh bertemu jalan yg benar, sudah sepatutnya lah kita memberitahu dan mengajak org lain yg masih belum dapat sinar, agar kita sama2 menjadi org yg beruntung. X kan nk masuk syurga sorg2, n biarkan je org lain masuk neraka, kan? Setiap umat islam itu tetap akan masuk syurga lambat or cepat. Biar sebanyak mana pun dosa yg dilakukan, kalau kita yakin dgn syahadah kita bahawa tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah, dan Muhammad itu adalah pesuruh Allah, dan selagi tidak melakukan benda2 yg boleh membawa kpd syirik, kita tetap akan masuk syurga akhirnya. Tp kena masuk neraka dulula, kalau dh byk dosa tu. Huhu.. Nauzubillah.. Semoga kita termasuk dlm golongan org2 yg dpt masuk terus ke dlm syurga. Ingatlah, azab neraka tu sgt dahsyat..

So, maksud sebenar syahadatul-haq ini adalah menjelaskan kpd seluruh manusia tentang kebenaran yg nyata ini dan membimbing mereka utk melalui satu2nya jalan yg menghubungkn mereka ke arah kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Sebagai contoh, kita singkap kembali kisah Abu Dzar Al-Ghiffari yg bila dia beriman je, terus dia menyeru org ramai supaya turut beriman, wlpun, dia tau dia akan dipukul teruk oleh org2 kafir Quraisy. Sepatutnyalah kita mencontohi sifat Abu Dzar ni, yg kerana sgt indahnya Islam tu, seboleh2nya dia nk org lain merasakan juga apa yg dia rasa..

Ada satu lg soalan yg perlu dibangkitkan di sini. Apakah yg dimaksudkan dgn ‘aku naik saksi’ or ‘aku bersaksi’ dlm kalimah syahadah tu? Ia bukan shj membawa maksud yg kita mengakui dgn sepenuh hati, lisan dan perbuatan yg tiada Tuhan yg disembah melainkan Allah, dan Muhammad itu pesuruh Allah, tp ia membawa maksud yg lebih luas dr itu. Utk menjawab soalan ini, mari kita renung ayat ni plak:

“Dan demikian pula Kami menjadikan kamu (umat Islam) ‘umat pertengahan’ agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu…”

Al-Baqarah (2) : 143

Di dalam ayat tersebut, Allah ada menyebut yg umat islam ini adalah umat pertengahan. Apakah maksud umat pertengahan tu? Maksudnya, kita (umat islam) adalah perantara antara Rasulullah dan manusia seluruhnya, utk menyampaikan kalimah Allah di muka bumi. Umat islam ini menjadi saksi kepada org lain tntg kebenaran yang disampaikan oleh Rasulullah, sedangkan Rasulullah itu sendiri menjadi saksi kpd kita.

misalnya macam ni..

Ada satu syarikat ni, dia ada buat produk menguruskan badan. Macam mana nk menjual produk tu? Tentulah dgn membuat promosi habis2an, buat iklan utk tunjuk keberkesanan produk yg dijual. Bukan setakat iklan je, dia amik bbrp org utk jadi model / saksi kpd org ramai, nk tunjukkan yg dlm bbrp minggu je, model2 ni dh kurus melidi.. barula org percaya, kan?

Macam tu jugakla dgn kita. Sbg seorang muslim, kita adalah saksi kpd manusia yg lain tentang keindahan dan kesempurnaan Islam. Kita kena tunjukkan dan yakinkan org lain bahawa Islam itu agama yg benar, yg membawa kebahagiaan di dunia dan di akhirat..

So, jelaslah di sini maksud ‘syahadatul-haq’.. Tuntutan syahadatul-haq ini telah Allah sebut dalam firman-Nya:

“..Katakanlah: “Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?” Allah tidk lengah terhadap apa yg kamu kerjakan.”

Al-Baqarah (2) : 140

Jelaslah di sini bahawa Allah menuntut kita supaya melaksanakan tuntutan syahadatul-haq ni. Nnt kat akhirat kelak, kalau ada org bukan Islam yg berhujah dgn Allah, mengatakan yg dia x tahu Islam sbb x de org yg bgtau kt dia, macam mana? Kotnya dia menuding jari kt kita, menyalahkan kita yg x pernah berusaha utk menerangkan tntg Islam kpd dia, Nauzubillah..

Tapi, bagaimanakah caranya utk menunaikan tuntutan ini? Sebab tu kita kena berdakwah.‘Dakwah’ bermaksud ‘mengajak’. Apabila kita hendak berdakwah, bukanlah bermaksud kena buat program itu program ini, or berceramah pasal agama je. Ajak org pegi program pun dh dikira berdakwah. Bercerita kisah2 pengajaran, berbuat baik dgn org, membantu org yg dibelenggu kesusahan pun dikira berdakwah gak.

....dakwah terbahagi pada dua Bukan sahaja kita berdakwah kpd org yg bukan islam utk mengajak kpd Islam, tp kita juga perlu berdakwah kpd org yg sudah sedia islam, supaya dpt bersama2 memahami Islam yg sebenar, dan mengikut segala ajarannya... Segala apa yg kita lakukan perlu dijaga. Bukan sahaja utk diri kita sendiri, tapi kita membawa imej Islam di mata org lain. Kalau kita sebut je yg Islam itu bagus, tapi tak menunjukkan bukti, susah org nk percaya..

Oleh itu, marilah kita sama2 muhasabah balik diri kita, adakah kita telah menunaikan tuntutan syahadatul-haq ini.. , sama2lah kita berusaha utk menunaikan haq Allah nie...

insyaAllah... moga Allah permudahkan urusan kita nie...

Wednesday, February 16, 2011

Niat ini hanya untukMu....



Niat, ada kaitannya dengan keikhlasan, sangat erat hubungannya dengan ketauhidan (tidak mempersekutukan Allah dengan apapun), dan sama dalam banyak segi bahasanya dengan kata “motivasi”.

Kata seorang ulama, perkara kecil menjadi besar (nilainya/pahalanya) dikarenakan niat, dan perkara besar menjadi kecil dikarenakan niat.

Karena itu, sangat sangat sangatlah penting untuk selalu menata niat di awal suatu perbuatan. Sesuatu yang sudah rutin kita lakukan, sering luput dari penataan niat yang benar, sehingga kita menjadi jenuh, bosan, bahkan akhirnya hilang ketertarikan terhadapnya. Hanya dengan menata niat yang lurus kepada Allah, sesuatu yang rutin, yang cenderung memeras waktu, memakan tenaga, menguras pikiran, membosankan jiwa, bisa tetap menjadi amal yang kita lakukan dengan sepenuh hati karena kita tahu dalam menata niatnya.

Bahkan, perbuatan baik belum tentu dibalas kebaikan kalau ternyata kita menyembunyikan pamrih. Kalaupun orang tak mengetahuinya, sungguh Allah mengetahui bisikan di hati selirih apapun. Godaan syetan akan selalu datang, dan hati tak boleh mudah dirayu. Setiap kali merasa hati terbujuk oleh rayuan syetan untuk menghitung-hitung dalam beramal demi faktor duniawi, maka saat itulah hati harus segera diajak kembali kepada Allah.

Dari Abu Hurairah yang berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang pertama kali diadili pada hari kiamat adalah seseorang yang mati syahid di jalan Allah. Dia didatangkan kemudian ditampakkan kepadanya nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya maka dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apa yang kamu lakukan dengannya?” Dia menjawab, “Aku berperang untuk-Mu sampai aku mati syahid.” Allah berfirman, “Engkau dusta, sebenarnya engkau berperang karena ingin disebut sebagai pemberani. Dan itu sudah kau dapatkan.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.

Kemudian seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya dan juga membaca Al Quran. Dia didatangkan kemudian ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang sudah didapatkannya dan dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apakah yang sudah kau perbuat dengannya ?” Maka dia menjawab, “Aku menuntut ilmu, mengajarkannya dan membaca Al Quran karena-Mu.” Allah berfirman, ”Engkau dusta, sebenarnya engkau menuntut ilmu supaya disebut orang alim. Engkau membaca Quran supaya disebut sebagai Qari’.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka
Kemudian ada seseorang yang telah mendapatkan anugerah kelapangan harta. Dia didatangkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang diperolehnya. Maka dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apakah yang sudah kamu perbuat dengannya?” Dia menjawab, “Tidaklah aku tinggalkan suatu kesempatan untuk menginfakkan harta di jalan-Mu kecuali aku telah infakkan hartaku untuk-Mu.” Allah berfirman, “Engkau dusta, sebenarnya engkau lakukan itu demi mendapatkan julukan orang yang dermawan, dan engkau sudah memperolehnya.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”

(Diriwayatkan oleh Muslim dan Nasai, dan diriwayatkan oleh Tirmidzi dan ia menghasankannya, dan diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam shahihnya)


Tapi, bukan berarti dengan demikian kita menjadi takut berbuat baik. Sungguh, tidak ada satu amalan yang bebas bersih dari noda bisikan syetan. Yang ada, adalah bagaimana usaha kita dalam menjaga amalan itu untuk tetap lurus mengharap ridha Allah.

Maka, ujiannya adalah ketika pujian atau cacian datang. Bagaimanakah tanggapan kita? Kalau kita menjadi sumringah dan besar kepala karena pujian, atau menjadi masam dan kecil hati karena cacian, maka bisa jadi kita salah menaruh pondasi niat kita. Telah kita letakkan pondasi niat itu di bawah bangunan duniawi yang rapuh, sehingga mudah rapuh oleh cacian dan pujian.

Orang yang ikhlash, adalah sama saja, ketika mendapat pujian atau cacian. Karena dia tidak melihat pandangan manusia, dia hanya mengharap keridhaan Allah Ta’ala.

Syaikh Hasan Al Banna,

“Yaitu setiap muslim meniatkan dengan perkataannya, perbuatannya dan jihadnya seluruhnya hanya untuk Wajah Allah, mengharap keridhaanNya dan kebaikan ganjaranNya, tanpa melihat kepada harta atau kemasyhuran atau kedudukan atau pangkat atau kemajuan atau kemunduran. Dan dengan demikian ia pejuang fikrah dan aqidah, bukan pejuang kepentingan dan kemanfaatan.”

Biarkan Allah yang menilai hati dan amalan kita. Jangan kita berharap pada sesama ciptaan-Nya yang fana, jangan pula terhenti untuk bercermin karena pujian, jangan pula berbalik ke belakang karena cacian. Seberapa banyak amal baik kita, dan seberapa baik amal baik kita, tetap saja Allah yang Maha Mengetahui siapa di antara kita yang paling bertaqwa.

“…Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS An-Najm: 32)


Tinta Nurani.....: Cita-cita

Tinta Nurani.....: Cita-cita: "Sejauh manakah cita-cita anda? Ingin menjadi seorang doktor, ahli perniagaan berjaya, jurutera atau mungkin perdana menteri? Semua kerjaya t..."

Tinta Nurani.....: Mudahnya mengeluh.. syukarnya bersyukur...

Tinta Nurani.....: Mudahnya mengeluh.. syukarnya bersyukur...: "Begitu mudah sekali melontarkan keluhan. Keluhan demi keluhan keluar dari bibir tanpa disedari. Kita mengeluh atas perkara-perkara yang reme..."

Thursday, February 3, 2011

langkah sang samudera....

Langkah sang samudera.... tak kan pernah ada kata akhirnya, selagi nyawa di badan... dengan lafaz Bismillahirrohmanirom....dengan kalimah syahadah.... sujud syukur kehadratMu.....

ku harap, kalimah itu tak kan pernah pudar di hati ini...
tanpa ku sedari dulu ku pernah mengukir janji padamu, itu adalah kalimah karamat buatku bergelar insan kerdil di pentas yang fana ini....
janji setia... itu akan ku hadap padaMu kelak...
titahMu..tak kan terhapus di muka fana ini...
itu lah sunnahMu....

Ya Allah...
pimpinlah
hamba mu ini....
di jalanMu....

Kau berikan kekuatan pada hambaMu....
Kau jadikanlah setiap kalimah cintaMu...
terpahat di hati...
kau permudahkan aku mengamalkannya....